
“Bopak dah jadi owner media online, salut kita. Semoga apa yang dicita-citakan bisa terkabul, harus semangat dan sabar kalau masih berjuang membesarkan media. Kalau tak jatuh bangun, kalau tak diteror dan dibantai itu namanya belum jadi wartawan. Apalagi kena fitnah, dunia jurnalis memang kejam tapi indah kalau sudah di hati. Bopak kecil tapi pedas ini seperti cabe rawit, wajah seram dan kulit hitam jadi khas nya. Jangan lupa jaga lilin tak boleh sampai mati ya Bopak,” kata Fauzi sembari bercanda memecah tawa seperti dulu lagi.
Hal yang sama juga dikatakan wartawati yang malang melintang di dunia jurnalis ini. “Wartawan itu setengah jurnalis setengahnya seniman, jadi memang susah diatur. Harus sepenuh hati jangan tanggung-tanggung jadi wartawan, ketika tulisannya sudah diikuti pembaca dan ditakuti itu namanya baru wartawan paten. Berhasil dengan investigasi kasus, berjuang diawal itu harus, karena kelak akan merasakan kebahagian dan kesuksesan. Tim harus dipersolit, wartawan harus gerak cepat untuk melakukan investigasi, cek dan ricek itu kunci utama seorang wartawan. Jangan sampai berita kita dikomplain karena tak konfirmasi, walau terkadang surat bantahan menjadikan sebuah media itu semakin besar,” beber Yeni memberikan masukkan pada Bopak sebagai owner media baru.






