“Masyarakat tidak lagi butuh beras dan mie instan, tapi solusi konkrit bagaimana wilayahnya tidak banjir lagi. Untuk itu kami getol menjalin sinergi lintas lini agar dilakukan normalisasi terhadap sungai dengan pertimbangan sedimen sungai sudah menumpuk yang akhirnya mengakibatkan banjir,” kata Bang Wiwiek lagi.
Sebelumnya di kesempatan yang sama, Nawal Edy Rahmayadi menerangkan kalau peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Satu Bumi Untuk Masa Depan”.
Ia berharap betul agar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kail ini bisa menjadi pengingat bagi semua orang untuk terus menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Nawal mengatakan, perlu campur tangan dari seluruh pihak untuk bisa memperbaiki perilaku terhadap lingkungan supaya keseimbangan dapat terjaga.
“Kita perlu langkah yang konkrit, baik itu dalam hal kebijakan, kejelasan arah pembangunan lingkungan, dan yang tak kalah penting adalah pola pikir masyarakat. Ini harus dilakukan terus menerus, konsisten, dan melibatkan semua stakeholder, mulai dari daerah sampai ke pusat,” cetusnya.












