Disinggung tanggapannya terkait rencana revitalisasi Lapangan Merdeka yang sejalan dengan penataan kawasan Kota Lama Medan, Marlan mengaku hal itu perlu dilakukan karena setiap kota harus memiliki iconnya.
“Jika Yogyakarta dengan tugunya, Medan juga bisa diwujudkan dengan Kesawannya. Yah, ada istilah nostalgic tourism. Artinya, bagi sebagian orang yang punya cerita dan kenangan di masa lampau di Kota Medan, pasti ingin juga kembali bernostalgia merasakan hal-hal lalu,” terangnya.
Marlan juga mengaku komunikasi dan kolaborasi yang dilakukan Bobby Nasution dengan semua stakeholder sangat penting dilakukan, apalagi hal tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat.
“Ya tentu butuh dukungan dari semua pihak agar rencana baik bisa terealisasi. Ini juga bisa dikatakan untuk mengubah wajah Sumut sekaligus Kota Medan yang menjadi ibukotanya,” papar akademisi sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas HKBP Nommensen tersebut.
Penulis: Zultaufik
Editor: Mery Ismail












