“Bupati tadi sudah menyampaikan kalau tahun ini lebih parah banjirnya, kami cukup prihatin dan tadi Bapak Gubernur juga sampaikan salam. Kami mohon doanya agar kami sebagai pemerintah bisa mengatasi permasalah ini, nanti akan kita datangkan konsultan jadi tahu kepastiannya mana yang mau diperbaiki,” ujarnya.
Ijeck mengaku bahwa kondisi bencana alam saat ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya karena cuaca ekstrim. “Alam memang tidak bisa kita pastikan, tapi kita bisa siapkan langkah apa yang harus diambil agar bencana ini tidak kembali terulang,” katanya.
Ijeck mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai sebab dapat berdampak pada banjir. “Kita imbau masyarakat tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai, serta warga di pegunungan tidak mendirikan rumah di lereng bukit, karena rawan longsor. Sebab prediksi BMKG cuaca ekstrim ini masih berlanjut hingga akhir tahun,” imbaunya.
Ijeck juga datang memberikan bantuan paket sembako berupa beras, gula, minyak makan, makan tambahan anak hingga karpet atau terpal. “Saya mohon bapak ibu semua bersabar dengan keadaan ini, tetap semangat dan berdoa. Jaga kesehatan karena saat ini pandemi masih ada bersama kita, kami kemari juga membawa bantuan semoga bermanfaat,” ujarnya.






