Diharapkan sosialisasi BHD yang meliputi beberapa keterampilan yang dapat diajarkan kepada siapa saja, membantu masyarakat awan untuk mengenali kejadian henti jantung mendadak.
“Kabupaten Langkat hanya terdiri dari 31 Puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan, sedangkan jumlah penduduknya mencapai 1.051.752 jiwa. Semoga sosialisasi ini membantu dalam meningkatkan derajat hidup kesehatan masyarakat,” sebutnya.
Jadi ditambahkan Dahlia Rosa, sosialisasi ini juga mengingat luasnya wilayah Langkat dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang hanya berjumlah 1 rumah sakit umum daerah yaitu RSUD Tanjung Pura, enam (6) RSU Swasta dan 31 Puskesmas.
Maka sosialisasi BHD diharapkan membantu masyarakat jika terjadi gawat darurat. Diharapkan masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian.
Sementara Departemen Kardiologi, dr Anggi C Lubis Sp JP (K) menjelaskan BHD dapat dilakukan masyarakat awam untuk memberi pertolongan pertama atau disebut bantuan hidup dasar.
“Saya harap agar yang ikut pelatihan apa bila bertemu dengan orang yang terpapar seperti pingsan di jalan, kita bisa mengetahui cara pemberian pertolongan pertama dengan benar,” sebutnya.












