“Karenanya, pemerintah menggelar kompetisi ini untuk kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik adalah sebagai bentuk motivasi, kepada penyelenggara pelayanan publik untuk membangun pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi, partisipatif dan juga memberikan manfaat untuk perbaikan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” tutur Diah.
Diah Natalisa juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang turut dan siap diverifikasi sebanyak 434 peserta dari sebanyak 573 yang mendaftar, atau hampir 3 kali lipat dibanding dengan tahun 2018 yang hanya 162 instansi Pemerintah.
Dalam puncak penganugerahan ini juga, Sekretaris KemenPANRB Rini Widyantini yang mewakili Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, berpesan kepada pengelola pengaduan agar menciptakan birokrasi yang tidak berbelit, terutama dalam alur pengaduan. “Pemerintah tidak boleh menutup mata dan telinga terhadap aduan masyarakat,” pungkas Akmal.
Penulis: Aris
Editor: Cut Riri












