Anggota legislatif muda ini juga menekankan, bahwa kebijakan ini disatu sisi salah satu upaya untuk menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tapi disisi lain ekonomi harus tetap bergerak dengan sayarat pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan harus dilakukan, terutama di sejumlah destinasi wisata dan pusat perbelanjaan.
Wakil Ketua FPKS DPRD Sumut juga minta Gubsu Edy Rahmayadi merespon cepat terhadap kebijakan level 3 untuk di wilayah Sumut, membuat surat edaran bahwa untuk sementara bagi yang mau cuti di akhir tahun di tunda, serta memperketat penerapan protokol kesehatan dan 3T (tracing, tracking, treatment).
Dia menyarankan agar Gubsu melakukan tindakan preventif untuk mencegah kenaikan kasus menjelang dan pasca libur Natal dan Tahun Baru 2022, serta melakukan pengetatan mobilitas di bulan-bulan tersebut, seperti bus-bus yang masuk dan melintas wilayah Sumut, sembari melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2.

“Pak Edy Rahmayadi sebaiknya membuat rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Sumut, dengan forkompimda baik kepolisian, TNI, kejaksaan dan lain-lain guna memantapkan persiapan preventif menjelang pergantian tahun 202,”kata Hendro menyarankan seraya berharap dan berdoa pandemik covid-19 segera berakhir di Sumut khususnya dan Indonesia umumnya, sehingga warga masyarakat bisa kembali bangkit ekonominya.






