βTak pandai saya mengukir kata, tak pandai saya mengatur kata. Tapi pastikan, saya bukan pendusta. Makanya untuk setiap penghargaan yang saya terima dari berbagai intansi/lembaga, rasanya kurang pas kalau rakyat saya menderita,β tegasnya.
Sementara Pj Sekdaprov Sumut Afifi Lubis menjelaskan bahwa dinamika yang muncul terkait berbagai hal yang menyangkut nama Gubernur kerap terjadi. Mulai dari berita yang dikutip dari penggalan pidato Gubernur, yang kemudian bisa berpotensi jauh dari konteks pembahasan.
βMohon maaf, karena sosok Gubernur kita sebenarnya tidak ingin mendiskreditkan orang. Tetapi memang model dan karakternya beliau. Bukan berarti dia mau menjelekkan orang, tetapi karena dirinya merasa dekat dengan rakyat. Itu juga harus kita pahami bersama,β kata Afifi.
Sementara dalam diskusi tanya jawab antara Gubernur dan wartawan, seorang awak media, Zul Harahap mengharapkan agar seluruh jajaran OPD yang ada dan berperan dalam menyampaikan program-program, dapat bersinergi lebih baik lagi bersama media sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.
Senada dengan itu, wartawan media daring, Benny Pasaribu mengapresiasi keterbukaan dan sambutan baik Gubernur dalam menerima serta menjawab pertanyaan dari media. Ditambah lagi untuk menemui pemimpin Sumut dalam mendapatkan informasi penting pembangunan dan hal lain yang berkaitan, tidak sulit. Termasuk gaya bicara yang dinilai apa adanya, dan realistis.












