Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu, Asri Santosa, menjelaskan bahwa Emergency Operation Center (EOC) langsung diaktifkan begitu informasi diterima. Penumpang diturunkan tanpa membawa barang, lalu diamankan untuk pemeriksaan imigrasi dan kebutuhan dasar. Pesawat kemudian dipindahkan ke area terisolasi dan diperiksa secara menyeluruh.
Yang mengejutkan, sekitar 2.000 koper milik para penumpang harus diperiksa satu per satu menggunakan X-ray. Hingga malam hari, proses ini masih berlangsung dan belum ditemukan bahan peledak.
“Penanganan darurat ini dijalankan dengan cepat, tepat, dan melibatkan banyak pihak. Kami mengapresiasi semua tim dari TNI, Polri, Bandara, serta GM Bandara Nugrojati,” tambah Asri.
Setelah pesawat dinyatakan aman, proses penyerahan kepada pihak operasional akan dilakukan secara resmi oleh Pangdam dan Kapolda. Para penumpang diinapkan di hotel sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.












