“Generasi politik milenial sangat potensial karena memiliki karakteristik tersendiri dan berpengaruh dalam menentukan siapa calon pemimpin
bangsa. Ciri generasi milenial yaitu Pertama, critical (berpikir kritis), Kedua, change (senang akan perubahan), Ketiga, communicative (mengkomunikasikan pilihannya dengan pihak lain), serta keempat, community (tergabung dalam komunitas) ” jelasnya.
Menurut Ketua Komite I DPD RI, fenomena politik global yang dipengaruhi oleh peran pengguna media sosial. “Pengaruh media sosial mampu melakukan perubahan di negara otoriter dan oligarki berubah menjadi demokratis karena adanya kontrol yang dilakukan generasi milenial, dan generasi milenial di Indonesia harus mempraktekkan untuk melawan oligarki saat ini,” tegas Fachrul.
Fachrul Razi juga mengatakan bahwa oligarki harus diubah menjadi sistem demokrasi hanya melalui amandemen konstitusi. “Generasi politik milenial harus bersuara masif di media sosial dalam melawan oligarki,” tegas Fachrul Razi.
Dalam presentasinya, Fachrul Razi juga menjelaskan media massa sebagai Pilar Keempat, Media memiliki kecenderungan
terkooptasi dengan kepentingan dan kekuasaan. Oleh karena itu menurutnya, media sosial digadang-gadang sebagai pilar kelima dalam demokrasi.
Media sosial hadir dengan memberikan ruang-ruang yang lebih inklusif, egaliter, dan murah. Sifat terbuka dan interaktif dari internet ini berpotensi untuk meningkatkan partisipasi politik warga Negara.






