“Seperti dibilang tadi masyarakat tadi dia atas lagi sekarang lansia. Jadi kita harapkan tahun depan ini minimal kita tampung dia di 100 miliar kita harapan tahun depan ya kan bisa tertampung minimal setengah karena kita harapkan dengan 100.000 lansia kali dengan rata-rata 10 kali lipat dia harus 250 miliar sebetul ter cover semuanya.”
Drs. Godfried Effendi Lubis, MM menegaskan, usulan tersebut masih menjadi bagian dari upaya memperjuangkan penguatan anggaran. Ia berharap proses pembahasan anggaran dapat membuka ruang bagi peningkatan jumlah penerima bantuan lansia.
Selain persoalan anggaran, ia juga menyoroti mekanisme pendataan warga. Menurut Drs. Godfried Effendi Lubis, MM, warga yang kesulitan menggunakan sistem digital perlu mendapat pendampingan sehingga tidak tertinggal dalam proses pendataan maupun pengajuan bantuan.
“Karena terjadi di sana jadi apa iri hati ada yang dapat ada yang tidak jadi harapkan ke depan usah lagi banyak syaratnya ketentuan yang penting dia masuk desil 5 ke bawah lansia dikasih aja bantuan itu yang perlu terkait ini kan banyak yang belum paham ni makanya kita pikir begini bisa bisa kan ada IKD kita harapkan ini kan diperpanjang sampai kita harapkan ee pemerintah melalui kepling dan lurah jemput bola aja dijemput bola aja seluruh masyarakat diparisaskan aja semua berketahuan desil dia langsung terbuka”
Warga Pertanyakan Desil dan Bantuan Sosial
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Salah satunya mempertanyakan status desil dalam data perlindungan sosial serta peluang memperoleh bantuan ketika kondisi ekonomi keluarga dinilai tidak sesuai dengan klasifikasi yang tercatat.






