Perwakilan Dinas Sosial Kota Medan menjelaskan bahwa warga yang merasa terdapat ketidaksesuaian data dapat mengajukan sanggahan melalui mekanisme yang tersedia. Proses tersebut, menurut penjelasan dalam forum, tetap membutuhkan verifikasi dan validasi terhadap kondisi sebenarnya.
Perwakilan Dinas Sosial juga menerangkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Perlinsos maupun mekanisme pendampingan di tingkat kelurahan. Warga yang hendak melakukan pembaruan atau sanggahan data diminta mengikuti prosedur yang berlaku dan berkoordinasi dengan pendamping di wilayah masing-masing.
Persoalan lain yang mencuat adalah dugaan keterkaitan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dengan aktivitas judi online. Perwakilan pendamping PKH menyebut adanya penerima yang terdeteksi dalam data terkait transaksi judi online, sehingga warga diminta memastikan penggunaan data kependudukan dan rekening keluarga tidak disalahgunakan.
Dalam forum tersebut, warga yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judi online namun datanya terindikasi diminta menempuh mekanisme klarifikasi atau sanggahan. Sementara bagi pihak yang memang melakukan aktivitas tersebut, disampaikan adanya mekanisme berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.
Lampu Jalan hingga Banjir Turut Dipersoalkan
Selain bantuan sosial, warga Medan Denai menyampaikan persoalan infrastruktur. Keluhan antara lain datang dari warga Jalan Air Bersih dan Jalan Pelajar Timur yang mengaku mengalami persoalan banjir ketika hujan.
Seorang warga bahkan menyampaikan bahwa genangan di kawasan tempat tinggalnya dapat mencapai sekitar satu meter dan masuk ke rumah. Warga lainnya meminta perhatian terhadap kondisi saluran air yang dinilai perlu diperbaiki.






