Inovasi dari kaum ibu, lanjut Edy, dimaksudkan agar bagaimana rumah menjadi nyaman sebagai tempat tinggal dan bernaung. Dengan kenyamanan, maka biasanya akan sejalan dengan kesejahteraan, karena ada dukungan secara fisik maupun psikologis untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia.
“Peran seorang isteri itu bisa menjadikan orang lain (keluarga) menjadi nyaman. Seperti perlombaan ini, menuntut agar peserta memberikan yang terbaik, dengan berinovasi dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Gubernur.
Sementara Ketua TP-PKK Sumut Nawal Lubis menyebutkan bahwa kegiatan Jambore merupakan momen penting, selain silaturahmi juga menjadi wadah mengukir prestasi dan kebolehan. Juga mengukur keunggulan yang dimiliki dalam memenuhi tanggungjawab sebagai kader PKK. Karena itu pada untuk tahun ini, acara tersebut secara khusus dipersembahkan untuk kader Dasawisma, sebagai kelompok terkecil namun terbesar jumlahnya.
“Tentu Dasawisma sebagai ujung tombak harus mendapatkan perhatian yang besar, dan juga pembinaan yang baik. Sehingga daya guna kelompok dasawisma dapat maksimal serta berhasilguna demi kesejahteraan keluarga. Karena sumber daya PKK bermula dari kelompok Dasawima, terutama menyongsong penerapan sistem informasi manajemen PKK atau SIMPKK berbasis digital, yang menuntut kemempuan para kader dalam hal informasi,” jelas Nawal.






