“Bersatu saja kita belum tentu menang melawan ini, apalagi tidak bersatu. Sementara konflik global telah terjadi, dan kita harus punya sikap, harus ada kemandirian dan itu butuh persatuan agar bangsa ini tetap utuh dan tak terpecah, tidak terluka,” ujar pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.
Terlebih, kata Budiman, saat memasuki tahun politik menjadi masa yang rentan sebab kerap membuat polarisasi di tengah masyarakat. Seperti tindakan saling menghujat karena perbedaan politik.
“Harus ada kolaborasi dari kita semua, kolaborasi bumi langit, antara para nasionalis, para aktivis, mahasiswa dengan tokoh-tokoh agama, para ulama, semuanya harus terlibat dan bersama sama terlibat dalam menjaga persatuan,” ujar Budiman.
Dihadapan para aktivis yang hadir di acara ini, Budiman juga menyampaikan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi lawannya semasa ia masih aktivis, adalah dalam rangka menggagas persatuan nasional dengan tokoh-tokoh bangsa.
Budiman mengatakan dulu dia dengan Prabowo dalam posisi berhadap-hadapan dan masing-masing untuk memperjuangkan kepentingan bangsa. “Dulu kita berhadap-hadapan karena tugas negara, dan kini kita bertemu dan berkawan, juga karena tugas negara, untuk kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Budiman.












