Budiman pun menyatakan meski dulu dia pernah dipenjara sebagai tahanan politik oleh pemerintah Orde Baru waktu itu, tapi ia tak pernah dendam dengan masa lalu, dan ia juga tidak dendam pada Prabowo.
“Kehadiran saya kesini menghadiri acara deklarasi ini atas permintaan kawan-kawan. Itu karena teman-teman aktivis terinspirasi dengan pertemuan saya dengan Prabowo dan sadar akan pentingnya persatuan nasional untuk mewujudkan kemandirian bangsa,” imbuh Budiman.
Ulama kharismatik Tuan Guru Batak (TGB) Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA di acara ini menyatakan perlu islah nasional antara para tokoh bangsa agar perhelatan politik yang tak lama lagi digelar bisa berjalan dengan damai dan sejuk. Agenda politik nasional jangan sampai menimbulkan perpecahan dan pembelahan di masyarakat.
“Kita harus tegak lurus bagaimana merekatkan bangsa ini. Bagi kami, khittahnya para murshid itu adalah berdamai dengan semua kekuatan. Dan kita menilai apa yang dilakukan Budiman Sudjatmiko yang telah melakukan islah politik dengan Prabowo Subianto demi kepentingan persatuan untuk kepentingan bangsa dan negara patut diapresiasi dan di contoh oleh tokoh-tokoh lainnya agar dapat bersama-sama memajukan bangsa ini,” ujar TGB.












