Kami telepon suami ibuk, dan dia mengatakan,”ya pantas saya marah, karena masuk rumah orang tidak permisi,” ucap Fadli menirukan perkataan HMT.
“Sama kami ada rekamannya,” tegas Fadli Pelka.
Melalui telepon seluler, petugas piket, Bisri Mustofa juga menghubungi Kades Syarifuddin, dan mengatakan Kades lagi berobat.
“Kades lagi berobat, sakit perut,” ucap Mustofa, Kaur Perencanaan.
Saat kejadian oknum ketua BPD dengan wartawan, Yohanes P Saragih, juga ada dilokasi. Saragih mengatakan kepada HMT, bahwa M Amin Amy, wartawan yang rutin masukkan koran.
“Sudah kubilang juga, itu wartawan yang sering antar koran,” ujar Saragih, yang pernah menjabat sekretaris desa.
Sudahlah Bang Amin, cuma mis komunikasi aja ini, kita kan sudah lama kenal, tambah Saragih.
Saat di kantor Desa SBK, Muhammad Amin alias Amy, menjelaskan kronologis kejadian oknum Ketua BPD yang arogan terhadap dirinya.
“Saya masuk seperti biasa, antar koran diletakkan di meja sekdes, lalu saya keluar,” ucap Amy.
20 tahun lebih saya mengantar koran di Balai Desa SBK, dan baru kali ini diperlakukan tidak wajar, kesal Amy.
Di akui Amy baru kali ini berjumpa dengan oknum Ketua BPD SBK.






