Persoalan BBM dan Proyek BRT
Dalam dialog, Wong turut menyinggung persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Kota Medan. Ia mengatakan telah berupaya menyampaikan keluhan masyarakat kepada pihak Pertamina, meski saat itu belum berhasil bertemu dengan pejabat yang berwenang.
“Meski demikian, komunikasi dengan anggota DPR RI terus dilakukan untuk mencari solusi terhadap persoalan distribusi BBM di Sumatera Utara,” sebutnya.
Wong juga menyoroti pelaksanaan proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Medan.
“Alangkah baiknya proyek pemerintah pusat seharusnya dilaksanakan dengan koordinasi yang lebih baik bersama Pemerintah Kota Medan, agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnain menegaskan bahwa lembaganya tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah pusat maupun instansi terkait sesuai kewenangan DPRD.
“Kami berharap kedepannya setiap rencana aksi penyampaian aspirasi dapat diinformasikan lebih awal, sehingga pimpinan DPRD dapat menyesuaikan agenda dan menerima langsung para mahasiswa,” sebutnya.
Audiensi berlangsung secara terbuka dengan membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian HMI Cabang Medan. Pada akhir pertemuan, organisasi mahasiswa tersebut menyerahkan secara resmi dokumen berisi 11 poin tuntutan dan aspirasi kepada pimpinan DPRD Kota Medan untuk menjadi bahan tindak lanjut.












