Pengakuan selanjutnya lebih mengerikan. Ia menyebut dipukul dari belakang, punggungnya diinjak, perutnya disundut besi panas, mata ditumbuk, kepala dibentur batu, dan rambut dijambak.
“Perutku dicucut pakai besi panas. Sakit…,” keluhnya. Ia juga mengaku disiksa dalam mobil pick-up dan jasadnya dibuang ke kilang setelah dibunuh.
Menurutnya, ia dipukul dua kali dengan benda tumpul, seperti kayu dan besi panas. Ia juga menyebut bajunya dilucuti, hanya memakai celana ponggol saat disiksa.
Saat ditanya siapa pelakunya, ia menjawab tidak mengenal suara mereka. Namun, dari penelusuran gaib, ia menyebut dua nama: Inisial S dan R dari Desa Jati Rejo.
Ia mengaku alat bukti seperti besi panas dibuang ke kolam dekat kilang. Tali pengikat juga disembunyikan di lokasi yang sama.
Ia juga mengaku mampu mengganggu pikiran pelaku agar mengaku. Namun, beberapa pelaku disebut sudah kabur dari daerah itu.
“Saya sering datang ke rumah mereka, menelusiri,” ujarnya sambil menangis.
Dalam hal ini yakin akan menemukan siapa dalang di balik kematiannya.
“Aku enggak punya masalah sama mereka. Aku dituduh tanpa alasan,” jelasnya. Ia juga minta keluarganya dijaga karena sedang diawasi.












