Dalam pembacaan manaqib, TGD Prabu Kresno menjelaskan, ibunda Siti Khadijah RA merupakan wanita yang paling banyak berkorban untuk menegakkan agama Islam di Kota Makkah.
“Dua pertiga wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 18 tambalan,” papar TGD Prabu Kresno.
Ummul Mu’minin Siti Khadijah RA, urai TGD Prabu Kresno Erde, wafat di pangkuan Rasulullah SAW. “Tak terbayangkan kesedihan Rasulullah. Dibekapnya sang istri dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata Rasulullah SAW dan semua orang yang ada di situ,” lanjut TGD Prabu Kresno Erde.
Pengabdian kepada Islam dan Rasulullah yang begitu besar, harus menjadi pelajaran untuk menumbuhkan cinta kepada Siti Khadijah RA. “Semoga jamaah MIFA selalu mendapatkan limpahan kasih sayang dari Allah dan Rasulnya, Muhammad SAW,” pungkas TGD Prabu Kresno Erde. Usai acara manaqib dilakukan pembagian sembako kepada jamaah MIFA.PS01/ril.
Penulis: Zultaufik Nst
Editor: Zuktaufik Nst












