MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

HukumLifestyle

Kasus Pengeroyokan Antonius Tumanggor Berakhir Damai, Polisi Terbitkan SP3

×

Kasus Pengeroyokan Antonius Tumanggor Berakhir Damai, Polisi Terbitkan SP3

Sebarkan artikel ini
Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan Antonius Tumanggor dan anaknya terhadap Robin Marojahan Silalahi diselesaikan melalui restorative justice dan berujung penerbitan SP3 di Medan, Rabu (25 Agustus 2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

MEDAN, kedannews.co.id — Perkara dugaan pengeroyokan yang melibatkan anggota DPRD Kota Medan Antonius Tumanggor (AT) dan anaknya terhadap tetangganya, Robin Marojahan Silalahi (52), berakhir melalui mekanisme restorative justice (RJ).

Kepolisian memastikan proses penyidikan perkara tersebut dihentikan setelah pihak yang terlibat mencapai kesepakatan perdamaian. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, Rabu (2 September 2026).

MEMPROSES ADSENSE...

“Sudah restorative justice perkaranya,” kata Adrian.

Menurut Adrian, perdamaian antara korban dan pihak yang dilaporkan menjadi dasar dilakukannya proses restorative justice. Setelah itu, kepolisian melakukan gelar perkara untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai.

Hasil gelar perkara tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap perkara itu.

“Iya (SP3), karena restorative justice-nya telah tercapai,” ujarnya.

Sebelumnya Berstatus Tersangka

Sebelum penyidikan dihentikan, Antonius Tumanggor dan anaknya diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan terhadap Robin.

Peristiwa yang dilaporkan Robin disebut terjadi di Jalan Tapanuli, Kecamatan Medan Barat, pada Jumat (5 Juni 2026) pagi.

Saat kejadian, Robin mengaku sedang mengendarai mobil menuju kediamannya di Jalan Karya Rakyat. Ia berada di dalam kendaraan bersama seorang anggota keluarganya.

“Kejadiannya Jumat jam 10 pagi. Pas itu, saya mau pulang ke rumah, lagi bawa mobil,” kata Robin, Rabu (10/6).

Robin mengatakan dirinya kemudian berpapasan dengan Antonius Tumanggor dan anaknya yang sedang berjalan kaki. Ia mengenali Antonius karena keduanya merupakan tetangga.

Menurut pengakuan Robin, ketika melintas terdapat polisi tidur di jalan sehingga ia tidak sengaja menekan pedal gas. Robin menduga suara kendaraan tersebut membuat Antonius tidak senang hingga kemudian memukul mobil yang dikendarainya.

Robin selanjutnya mengaku dikejar Antonius bersama anaknya berinisial D. Ia kemudian membuka kaca mobil dan memprotes tindakan tersebut hingga terjadi cekcok.

Cegah Stunting Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan