Hal sama juga diharapkan Ijeck dari pihak perbankan, bagaimana wisatawan dan masyarakat bisa merasa mudah dalam melakukan transaksi. Ia berharap Mandiri, BRI, BNI bisa membantu menyiapkan produk dan layanan berupa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mesin Electronic Data Capture (EDC), e-Money dan layanan keuangan lainnya.
“Bank Sumut tahun ini akan membangun ATM dan kami berharap bank-bank lainnya bisa ikut mendukung. Karena keluhan wisatawan selama ini mereka sangat sulit sekali mau mengambil uang cash, sementara mau melakukan transaksi online pelaku usahanya tidak memiliki akses dan berharap dibayar cash karena mau mengambil uang ke ATM jaraknya jauh,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ibrahim mengaku pihaknya mendukung pengembangan wisata Bukit Lawang-Tangkahan ini dan akan melakukan survei ke lapangan sehingga tahu pembinaan apa yang bisa diberikan.
“Kami lihat trend rapat ini sangat bagus, artinya melibatkan semua pihak dan kami siap mendukung. Kami akan lihat di bagian mana yang bisa kita dampingi, kami lihat dahulu profilnya di lapangan, apakah nanti ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kalau ada kita bisa bermitra, kita fasilitasi dan pastinya akan berkelanjutan,” ujarnya.












