“Pastinya kita mensyukuri telah dinilai layak mendapat apresiasi penghargaan tertinggi ini yang setara lifetime achievement award. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, seorang wartawan tak akan pernah berharap award, namun itu merupakan bagian dari profesinya yang harus dijalankan,” kata Syahrir yang juga Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumut.
Secara pribadi, Syahrir yang juga salah satu Pendiri Harian Realitas itu mengapreasi penghargaan PCNO yang diberikan PWI. Apalagi status penerima PCNO juga disebut sebagai bukti bahwa penerima adalah wartawan profesional dengan kompetensi dan integritas tinggi.
“Insya Allah ini menjadi inspirasi rekan-rekan yang lain, karena sebelumnya PCNO ini juga sudah diterima para senior. Hanya saja, tahun ini memang lebih selektif dan ketat karena penerima harus benar-benar memenuhi persyaratan yang telah ditentukan panitia dari PWI Pusat,” sebut pendiri Harian Realitas tersebut.
Syarat dimaksud adalah insan pers yang masih hidup dan aktif menghasilkan karya jurnalistik yang diakui tingkat nasional/internasional secara konsisten minimal selama 25 tahun (tajuk, tulisan, berita maupun foto).












