Medan, kedannews.com – Dugaan jual beli jabatan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), kembali mencuat. Selain adanya indikasi transaksi saat penempatan jajaran rektorat dan dekanat, kini menyembul persoalan serupa terkait calon ketua senat perguruan tinggi tersebut. Rektor disebut-sebut terima âsesuatuâ untuk menempatkan oknum berinisial PH menjadi ketua senat.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPP GARANSI, Sukri Soleh Sitorus, saat jumpa pers di Cafe Yap Kumis Jalan HM. Joni Kota Medan, Rabu (13/9/2023).
âAda dugaan a buse of power dalam upaya menggolkan seseorang menjadi ketua senat di UINSU. Indikasi adanya konspirasi antara jajaran Rektorat dengan oknum tersebut, sudah bersileweran menyembul di lingkungan kampus. Kita berharap harkat dan martabat jajaran Rektorat UINSU tidak tergadai dalam konspirasi jahat, kebusukan sistemik, dan persekongkolan terencana yang dapat merusak citra akademika UINSU,â tutur Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI), ungkap Sukri Soleh Sitorus.
DPP GARANSI, tutur Sukri, perlu mengingatkan Rektor Prof Nurhayati agar tidak terjebak dalam lingkaran simbiosis mutualisme yang dapat menjadi penyesalan di kemudian hari. âJangan sampai salah dalam menempatkan seseorang menjadi ketua senat. Kami ingatkan agar rektor dan jajarannya untuk lebih dahulu mempelajari track record atau rekam jejak orang yang akan ditempatkan,â harap Sukri.












