Dari informasi yang didapat, sebut Sukri, salah satu calon disebut-sebut berinisial PH. āKami berharap kepada pimpinan tertinggi kampus UINSU Medan, lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan, dan lebih cermat lagi. Jangan ada intervensi dari pihak manapun. Informasi yang kami peroleh, Rektor UINSU Medan kabarnya akan memilih calon ketua senat inisial PH yang diduga sedang tersangkut masalah hukum dengan dugaan pemalsuan tanda tangan / dokumen jual beli tanah garapan di wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan,ā ujar Sukri.
Terkait pemilihan senat, DPP GARANSI bertekad membongkar dugaan konspirasi di UINSU. Pihaknya juga akan menggelar aksi unjukrasa meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki dan menyidik dugaan jual beli jabatan. āJual beli jabatan di UINSU bukan rahasia umum lagi. Perlu keseriusan aparat hukum mengusut hal ini, mengingat sudah banyak laporan yang disampaikan ke Poldasu maupun ke Kejatisu,ā papar Sukri.
Untuk mengawal laporan kasus jual beli jabatan itu, pihak DPP GARANSI berencana rutin menggelar aksi di Polda Sumut dan Kejatisu. āSesuai data dan informasi yang kami dapat dari sumber terpercaya, termasuk dari hasil investigasi di lapangan, indikasi jual beli jabatan di UINSU sudah seperti bisul, menyembul tinggi namun menyimpan lahar nanah yang busuk,ā tukas Sukri.












