Terkait masalah stunting, lanjutnya, Ia menyebut jika hal ini penting untuk diselesaikan, karena stanting dapat mengganggu potensi SDM dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang berada dibawah standar yang ditetapkan.
“ Penurunan stunting untuk mewujudkan SDM yang sehat cerdas dan produktif membutuhkan peran multisektor termasuk pemerintah maupun swasta sebagai mitra terkait seperti organisasi PKK maupun tenaga bidan dan PLKB di lapangan sangat diperlukan,” tandas Liliana.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas P2KBP3A Sergai dr. Helminur Iskandar melaporkan jika kegiatan ini dirangkai dengan monitoring dan pemberian tali asih.
“ Ini merupakan upaya dan harapan kita bersama untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan pencegahan serta penanggulangan stunting dengan sasaran kegiatan hari ini adalah keluarga beresiko stanting sebanyak 40 keluarga yang terdiri dari 11 orang ibu hamil dan 29 orang balita,” jelasnya.












