Ketua Umum LSM LIM “Rofiq” menuturkan menjelang dua tahun “berkuasa” Menteri BUMN semakin menampakkan cengkeramannya terbukti sudah puluhan BUMN dibombardir, dirombak pengurusnya (Komisaris dan direksi), bahkan tidak sedikit perusahaan yang disuntik mati dan dibubarkan.
Tarik ulur kekuatan sang komandan perusahaan pelat merah dengan berbagai unsur kepentingan masih terasa aromanya walau terlihat lebih smooth karuan saja kondisi seperti ini sangat menguntungkan sang komandan BUMN sehingga dengan leluasa terus menggoreng semua perusahaan pelat merah terutama perusahaan-perusahaan sakit sampai yang sekarat, apakah ini pencitraan atau kerja tulus? Hanya waktu yang membuktikan.
Paling anyar Erik Thohir gemgar-gembor tentang korupsi dan ada oknum “rampok” di beberapa BUMN dan ini adalah kasus lama, disisi lain beberapa BUMN diberikan PMN yang sangat besar sekali “puluhan bahkan ratusan trilyun”, pertanyaannya apakah perusahaan yang di infus PMN tersebut sudah sehat ataukah justru kerugiannya karna “perampokan” oleh oknum sebagaimana diatas? Ini juga waktu yang membuktikan, kiranya Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja mentrinya khususnya yg menahkodai perusahaan pelat merah ini demikian tutup rofiq.
(Eric/**)












