Ia menyebut bahwa persatuan nasional adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi, agar Indonesia bisa tetap utuh dan dapat menjadi negara besar ditengah tantangan dan persaingan global yang terjadi saat ini.
Akhsanul mengatakan, bangsa Indonesia jangan sampai terpecah belah oleh ujaran kebencian, politik identitas, berita-berita hoax dan lainnya yang kerap terjadi dalam proses suksesi kepemimpinan nasional, karena Itu akan sangat merugikan.
“Itu harus kita lawan dengan semangat persatuan nasional. Mahasiswa dan kaum milenial harus ada di garda terdepan mengobarkan semangat persatuan nasional ini, seperti yang dilakukan para pemuda dulu yang mendirikan Budi Utomo pada tahun 1908 dan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928 sebagai ikrar pemuda untuk bersatu secara nasional dalam melawan penjajahan,” terang Akhsanul Hidayat.
Dia juga mengatakan bahwa Prabowo yang juga penggagas gerakan persatuan nasional ini, adalah sosok calon pemimpin yang dianggap mampu untuk membawa kemandirian Indonesia, mampu melawan berbagai rongrongan dari bangsa asing demi kepentingan nasional.
“Mahasiswa harus bersikap, harus terlibat dalam gerakan persatuan nasional ini, karena mahasiswa adalah elemen penting bangsa ini. Kita harus memilih, ikut arus besar persatuan nasional untuk kebesaran dan kemandirian bangsa, atau tergilas dengan sejarah,” tegas Akhsanul.












