Medan, kedannews.com – Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Medan, bersama elemen masyarakat melayu melaksanakan aksi damai pernyataan sikap Aksi Solidaritas Rempang dan Galang Sumatera Utara, di tugu Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (15/9/2023)
Bahwa lembaga adat melayu (LAM) kepri dalam keterangan Pers nya tertanggal 9 September 2023 menyatakan bahwasanya masyarakat Pulau Rempang dan Galang telah hidup turun menurun sejak ratusan tahun yang lalu dan turun menurun tinggal dan menetap disana selaku masyarakat Melayu pertama di Batam.
Oleh karena itu, Ketua Umum LLBM Kota Medan, Datuq Awaludin mewakili seluruh elemen ormas yang berorasi, meminta seluruh jajaran pemerintah yang terdiri dari TNI, Polri, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Satpol PP dan pihak pengembang dari PT Makmur Elok Graha (MEG) untuk menahan diri dan membuka ruang dialog khususnya mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di Rempang dan Galang Kepulauan Riau.
“Melalui pemberitaan media kita dapat menyaksikan benturan fisik yang terjadi dalam beberapa hari ini, terkait penolakan warga Rempang dan Galang terhadap relokasi, dan hari ini kita juga melihat konflik tersebut meluas, ini tidak baik khususnya menjelang pemilihan umum tahun 2024, karena dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif,” ujarnya.












