“Saluran sudah didesain untuk mengalirkan air dan sedimen. Dengan adanya bangunan di atas saluran dapat mengurangi kapasitas saluran untuk mengalirkan dan menambah sampah, sehingga menjadi sedimentasi. Bangunan juga dapat menghambat aliran air dari badan jalan ke saluran drainase,” ungkap Ridwan.
Selanjutnya Ridwan menilai, turun langsungnya Bobby Nasution untuk melihat pengerjaan infrastruktur sudah tepat dan harus dilakukan. Sebab, seorang pemimpin perlu turun ke lapangan untuk melihat kualitas dan progress pekerjaan sehingga memberikan dorongan bagi dinas terkait untuk bekerja lebih maksimal. Apalagi, imbuhnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini dan perbedaannya alokasi penganggaran.
“Pak Bobby sangat konsisten dengan visi dan misi yang dijanjikan. Dimana banjir menjadi program prioritas, selain permasalahan Covid-19 dan perekonomian. Berdasarkan pemberitaan di media, jelas bahwa Pak Wali Kota Medan sangat ketat mengawasi terhadap kualitas pembangunan infrastruktur yang dilakukan,” paparnya.
Dukungan dan apresiasi atas upaya Bobby Nasution dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur juga disampaikan Dosen Bidang Manajemen Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil UMA Ir Melloukey Ardan MT. Menurut Melloukey, penggunaan U-ditch atas saluran drainase sangat tepat serta mempercepat proses pengerjaan.












