“Keuangan yang semakin merosot dari bulan ke bulan, dan itu sampai saat ini Suwarno belum bisa mengatasinya, sehingga pegawai semakin khawatir THR tidak akan mampu dibayarkan management,” bebernya.
“Suwarno juga semakin menambah beban perusahaan dengan memasukkan pegawai baru secara diam diam tanpa diketahui direksi lainnya,” sambung Kanadil.
Kanadil pun membeberkan Dirut PUD Pasar Medan Suwarno tanpa merasa berdosa membeli 2 unit rumah di Komplek Grand Patriot seharga Rp2,4 miliar yang sangat melukai hati pegawai.
“Bukan kita mengukur uang dia (Suwarno), tapi dari mana uang membeli 2 unit rumah itu. Kalaupun uangnya ada, kenapa tidak dari dulu dibelinya, kenapa saat jadi Dirut PUD. Wajar kami curiga, karena pasar di Kota Medan saat ini tidak baik baik saja kondisinya,” tegas Kanadil.
Dari pedagang juga menyampaikan keluhannya, Antoni James Sirait dan Megawati Silalahi. Keduanya pedagang Pasar Kampung Lalang. Mereka menuntut Walikota Medan Bobby Nasution mencopot Suwarno dari jabatan Dirut PUD Pasar Medan.
“Suwarno tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman di pasar tradisional. Pasar tradisional yang ada saat ini kondisinya semakin semrawut tak terpelihara. Suwarno hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya,” ucap mereka.












