Disampaikan lagi, tema yang diangkat pada pelantikan periode ini, adalah “Peran serta Permabudhi dalam Moderasi Beragama untuk Sumatera Utara yang Maju, Aman dan Bermartabat”.
“Oleh karena lintas mazab, budaya, dan metode ataupun praktik dalam Buddhadhamma dari pengurus Permabudhi Sumut, diharapkan dapat mengaktualisasikan moderasi beragama intern umat Buddha, antar umat beragama, antar umat beragama dengan pemerintah sehingga dapat mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang maju, aman dan bermartabat, Sabbe satta bavantu sukhotatta, kiranya semua mahluk hidup tenang dan berbahagia, Sadhu…sadhu…sadhu…,”ujarnya.
Budi Darmawan juga membacakan para pengurus daerah yang dilantik yang adalah personal dari berbagai Majelis Keagamaan Buddha yang ada di Sumatera Utara yaitu: Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia, Majelis Nichiren Shoshu Budha Darma Indonesia, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan Generasi Muda Buddhis Indonesia.
Ketua Permabudhi Sumut, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B dalam sambutan yang dibacakannya mengaku sangat bangga dan bersyukur serta berbahagia atas terlaksananya acara pelantikan pengurus daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi Sumatera Utara periode tahun 2023 s/d 2027.
Dijelaskan Wong Chun Sen, kehadiran Permabudhi di NKRI adalah menjadi mitra pemerintah baik pusat, daerah, kota/kabupaten sebagai salah satu elemen dan pentahelix, sesuai tema yang diusung dalam pelantikan periode ini.












