NasDem Persoalkan Hasil Bamus
Keberatan serupa disampaikan anggota Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi NasDem, Berkat Kurniawan Laoli.
Berkat mengatakan keputusan fraksinya melakukan walk out berkaitan dengan perbedaan antara agenda yang disebut telah ditetapkan melalui Badan Musyawarah (Bamus) dengan agenda yang kemudian dijalankan.
“Berdasarkan hasil Bamus awal, agenda kita adalah uji kelayakan dan kepatutan. Tetapi tiba-tiba pada hari yang sama muncul agenda pemilihan atau penetapan calon. Ini yang kami pertanyakan,” kata Berkat.
Menurut Berkat, persoalan tersebut terlihat dari adanya perbedaan antara hasil Bamus, surat undangan pimpinan DPRD Sumut dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Surat undangannya juga yang kami terima itu hanya uji kelayakan dan kepatutan. Tidak ada agenda pemilihan. Kemudian tiba-tiba di lapangan ada pemilihan,” ujarnya.
Ia juga menyebut perubahan agenda tersebut tidak sepenuhnya diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses seleksi. Sejumlah calon anggota KPID Sumut disebut tidak mengetahui adanya agenda yang mengarah pada pemilihan atau penetapan.
“Wakil Ketua Komisi A juga menyampaikan tidak pernah mengusulkan atau mengetahui adanya perubahan agenda itu. Jadi kami mempertanyakan dasar perubahan ini,” kata Berkat.
Fraksi NasDem kemudian memilih meninggalkan proses pemilihan. Berkat menegaskan, sikap tersebut bukan berarti fraksinya menolak mekanisme uji kelayakan calon anggota KPID.
“NasDem WO sebagai bentuk penolakan terhadap proses yang kami nilai cacat secara prosedural. Kami tidak ingin terlibat dalam keputusan yang sejak awal prosedurnya tidak jelas,” tegasnya.












