Benny Iskandar mengatakan, berbagai pihak telah turut mengkaji soal banjir rob ini. Di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Kementerian PUPR, juga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan. Kajian itu menunjukkan solusi yang dapat diambil adalah mendirikan tanggul.
“Dan usulan dari Kementerian PUPR yang dijadikan tanggul ini adalah jalan di beberapa wilayah, di antaranya di Belawan I dan Belawan II,” ujar Benny Iskandar.
Dia mengatakan, saat ini Pemko Medan masih menunggu Detail Engineering Design (DED) penanganan banjir rob ini dari pihak Kementerian PUPR. Memang, sesuai kontrak penyelesaian DED ini sampai dengan Maret 2022.
“Dan Pak Wali Kota telah meminta agar DED itu selesai akhir Desember atau selambat-lambatnya Januari 2022 bisa kita terima untuk kita periksa kembali apakah sesuai dengan kondisi lapangan,” sebut Benny Iskandar seraya mengatakan, saat DED-nya telah selesai serta sesuai kondisi lapangan, Pemko Medan bisa melakukan mengawali pekerjaan itu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Dari DED itu, terang Benny Iskandar, dapat diketahui tentang dampak atau manfaat dari pekerjaan. “Misalnya, jalannya mau dinaikkan satu meter, dampaknya apa, konstruksinya bagaimana, beda ketinggian dengan bawahnya seperti apa. Yang pasti kita masih menunggu DED. Dan permintaan Pak Wali pada tahun 2022 ini pekerjaan sudah bisa dimulai,” sebut Benny Iskandar.












