Data yang diperoleh dari BWSS II, Kementerian PUPR mempunyai telah membuat konsep desain penanggulangan rob Belawan. Konsep itu menunjukkan penanggulangan prioritas penanganan banjir akibat rob ada pada kawasan, bukan bangunan di atas air. Konsep disain ini juga menjadikan jalan sebagai alternatif rencana tanggul rob untuk melindungi kawasan tersebut. Selain itu, juga di desain penataan air kawasan saat hujan lokal dengan menata sistem drainase utama sebagai saluran pembuang dengan dilengkapi pintu-pintu klep.
Kajian Kementerian PUPR menunjukkan, pembangunan tanggul di atas jalan kawasan untuk meminimalkan dampak sosial akibat padatnya pemukiman di lokasi kegiatan. Sedangkan penataan air kawasan menggunakan kolektor drain sebagai saluran utama kawasan dan sistem pompa untuk mengalirkan air kawasan menuju Sungai Belawan.
Penanggulangan banjir di kawasan Medan bagian Utara, termasuk akibat rob, mendapat apresiasi dari pengamat sosial dari Universitas Medan Area, Dadang Darmawan Pasaribu. “Langkah Bobby Nasution menanggulangi banjir di Medan bagian Utara baik dan tepat. Pasti masyarakat juga mendorong Pak Wali Kota agar bisa merealisasikan upaya itu,” ungkapnya beberapa waktu lalu.












