“Kebutuhan pemenuhan gizi ini akan membantu Pemko Medan dalam menekan angka stunting yang saat ini masih menjadi prioritas penanganan. Dimana angka stunting di kota Medan per Bulan Pebruari 2023 sudah turun menjadi 298 dari 550 kasus berkat kolaborasi dan penanganan bersama yang dilakukan,” Sebut Agus.
Agus berharap TP PKK Kota Medan dapat memaksimalkan segala potensi dan sumber daya alam yang ada untuk bisa menyediakan pangan B2SA. “Kreativitas dan inovasi kita sangat dibutuhkan agar mampu mengolah segala sumber pangan yang ada disekitar kita menjadi pangan B2SA. Artinya tidak perlu mahal, yang penting kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi,” ujar Agus.
Sementara itu atas peraihan juara I lomba kreasi pangan B2SA, Kecamatan Medan Area mengaku sangat bersyukur dan bahagia. seperti yang diungkapkan Ketua TP PKK Kecamatan Medan Area Dewi Irfan Asardi Siregar.
“Kami mengucapkan terma kasih kepada ibu ketua TP PKK Kota Medan yang telah memotivasi kami untuk dapat menghasilkan pangan yang sehat sehingga kami meraih juara pertama,” jelasnya.
Dewi mengungkapkan menu B2SA yang dibuat dalam lomba kreasi pangan ini adalah untuk kebutuhan makan pagi siang dan malam seperti ketupat jagung, bulu gulung kelor, ubi ungu, tahu kelor, ikan gulung isi kelor, mie kelor dan sup perut ikan. ” meni B2SA yang kita buat ini sangat baik untuk kesehatan terutama dalam mengatasi stunting,” jelasnya.












