Karena masih membandel dan terkesan kebal hukum, warga akhirnya melaporkan pembangunan dua unit rumah itu kepada pihak terkait, sehingga akhirnya pengerjaannya pun dihentikan dalam batas waktu yang tidak ditentukan.
“Kami berterimakasih sekali pembangunan rumah itu dihentikan, namun kami masyarakat disini masih khawatir kalau pengerjaannya nanti dilanjutkan secara diam diam, karena itu lah kami minta Pemko Medan menunjukkan sikap tegasnya dengan membongkarnya agar menimbulkan efek jera bagi pemiliknya,” harap warga.
Penyetopan pembangunan dua bangunan rumah oleh Pemko Medan itu juga mendapat apresiasi dari para tokoh dan pemuka masyarakat setempat. Bahkan sebagai bentuk dukungan atas penindakan bangunan itu, salah seorang dermawan yang juga Ketua Partai Di Medan rela mengikhlaskan jutaan rupiah uangnya untuk membantu para tukang dan kenek bangunan yang berhenti bekerja.
Pemilik bangunan ketika coba dikonfrimasi wartawan Jumat pagi kemarin tidak berhasil dan tidak ditemukan di lokasi bangunan.
Penulis: Zultaufik
Editor: Cut Riri












