Bobby Nasution menambahkan disamping mencegah kebocoran, melalui program e-parking ini juga akan semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat saat membayar parkir karena cukup dengan menggunakan QRIS maupun uang elektronik. “Ini juga merupakan tahapan kita menjadikan kota Medan sebagai Smart City dengan memanfaatkan dan menerapkan sistem digitalisasi di bidang parkir,” Jelas Bobby Nasution.
Namun kebijakan Bobby Nasution yang telah mendapatkan dukungan dari masyarakat dan diakui bagus oleh sebagian Kabupaten atau Kota ini masih ada pihak maupun oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan tindakan Pungutan Liar (Pungli) di salah satu titik yang telah menerapkan e- Parking. Tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini dilakukan oknum diluar pemantauan ataupun disaat petugas sedang melayani pengguna jasa parkir lainnya.
“Tindakan ini sangat merugikan tidak hanya masyarakat tetapi Pemko Medan. Sebab hasil dari tindakan tersebut seharusnya masuk menjadi pendapatan daerah, Namun karena ulahnya maka tidak masuk sehingga terjadi kebocoran PAD,” Sebut Bobby Nasution.
Bobby Nasution pun meminta Dinas Perhubungan Kota Medan agar segera melakukan perbaikan terkait pelaksanaan e-parking di Kota Medan. Sehingga hal yang dapat merugikan seperti itu tidak terjadi lagi.












