Maka pada peringatan BBH hari ini, kita harus semangat berkorban untuk memajukan bangsa kita, khususnya Brandan dan Langkat ini untuk sama-sama kita bangkitkan kembali.
Ondim sapaan akrabnya, mengaku ikut menyanyikan lagu hening BBH.
“Saya ikut bernyanyi saya merasa haru. Peringatan BBH ini saya ikuti sejak dari menonton di pinggir jalan, melihat pawai – pawai. Akhirnya saya ikut pawai itu, saat sudah jadi pelajar.
Dan hari ini sebab ridho Allah dan dukungan bapak ibu sekalian, saya berdiri di podium ini dengan penuh rasa bangga sebagai putra Brandan. Saya minta peringatan BBH ini harus tetap dibesarkan.
Ondim juga menyampaikan sejarah BBH. Ia mengatakan mungkin tidak semua tahu, Brandan ini dibumi hanguskan selama 9 bulan apinya tidak mati.
Sembilan bulan api baru mati, tidak ada bisa kehidupan kesana kemari.
Menurut orang tua saya, masyarakat ada yang mengungsi di Kuala Simpang, ada yang lari ke Binjai, ini (sumur minyak) dibiarkan hangus.
Setelah sembilan bulan, pejuang – pejuang itu orang tua kita baru kembali, untuk membangun bumi Brandan ini kembali.












