Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar mengungkapkan, permintaan Wali Kota sudah Disikat Konsultan Penyusunan Rencana Penataan Kota Lama Kesawan dari Kementrian PUPR. Dikatakannya, tim akan menggunakan
akan menggunakan saluran drainase yang ada dibawah tanah peninggalan zaman Belanda.
“Sub drainnya itu yang mereka gunakan peninggalan zaman Belanda. Kemudian akan diinterkoneksikan dengan saluran yang sudah dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya. Saluran drainase yang peninggalan zaman Belanda itu nantinya akan lebih dioptimalkan untuk membantu pembuangan air di sekitar Kota Tua,” jelas Benny saat dihubungi kemarin.
Permintaan Bobby Nasution untuk penataan sistem drainase Kota Lama Kesawan mendapat apresiasi dan dukungan dari akademisi Fakultas Teknik UNIMED sekaligus Kepala Laboratorium Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Dr Ir Batumahadi Siregar ST MT ITM. Dia sangat mendukung langkah yang dilakukan Bobby Nasution agar tidak terjadi banjir maupun genangan air di Kota Lama Kesawan tersebut.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi program Pak Wali Kota tersebut, sebab tujuannya untuk melestarikan kota tua di Kota Medan, salah satunya Kota Lama Kesawan, termasuk mengatasi banjir maupun genangan air di kawasan tersebut,” ungkap Batumahadi.






