“Benjolan di kepala anak saya memang dari kecil sudah kelihatan. Lama-kelamaan semakin membesar. Tapi anak saya tidak merasakan ada sakit. Anak saya tumbuh seperti anak biasanya. Kalaupun jatuh dan mengenai benjolan, ia tidak merasakan sakit juga,” tutur Firama, yang sembari merangkul anak perempuannya itu.
Namun, lanjutnya, karena benjolan tersebut kian membesar dan dikhawatirkan akan mengganggu Mesrida saat besar kelak, maka Firma dan istri mulai berupaya mencari pengobatan untuk anaknya tersebut. Termasuk menceritakannya kepada Pj Gubernur, saat mengunjungi Nias Utara.
Ternyata, tidak butuh waktu lama dan saat itu juga, Pj Gubernur langsung menyatakan akan membantu dan anaknya harus dibawa segera ke rumah sakit di Medan. Sebulan setelah kunjungan Pj Gubernur tersebut, Firama bersama istri dan anaknya, pun berangkat ke Medan, untuk pengobatan.
“Ternyata, niat kami itu terjawab sudah. Kami merasa bersyukur dan senang sekali, anak kami sudah dioperasi dan kembali sehat. Banyak yang membantu kami. Mulai dari Bapak Pj Gubernur Sumut, Pemkab Nias Utara, Kodim 0213/Nias, pihak Rumah Sakit Pratama Nias Utara, Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli, perawat dari Puskesmas Tuhemberua, yang juga ikut ke Medan. Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari semuanya. Kalau tidak ada orang-orang baik ini, mana mungkin anak saya dioperasi,” ujarnya.












