“Semoga dengan niat dan ketulusan hati kita dalam melaksanakan Dzikir dan Doa.. menjadikan nilai ibadah dan barokah dari Allah SWT”, Syah Afandin berdo’a.
Tuan guru Syekh Muhammad Saleh dari Malaysia mengatakan, dzikir bukan sekedar mendekatkan diri kepada Allah. Namun lebih kepada upaya penekanan dan penyatuan hati, jiwa dan pikiran secara bersama dalam mengingat Allah SWT.
Dimana dzikir itu sendiri terbagi kedalam tiga tingkatan. Pertama adalah Zikir jali, yaitu perbuatan mengingat Allah SWT dalam bentuk ucapan lisan, yang mengandung arti pujian, rasa syukur, dan doa kepada Allah.
Kedua Dzikir Khafi yaitu dzikir yang dilakukan secara khusyuk dan khidmat oleh ingatan hati, baik disertai dzikir lisan maupun tidak. Seseorang yang sudah mampu melakukan dzikir seperti ini merasa dalam hatinya akan senantiasa memiliki hubungan dengan Allah SWT
Ketiga Dzikir Haqiqi yaitu dzikir yang dilakukan dengan seluruh jiwa raga, lahiriah dan batiniah, kapan dan dimana saja, dengan memperkokoh upaya memelihara seluruh jiwa raga dari larangan Allah SWT. dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Selain itu tiada yang diingat selain Allah SWT.












