Dimana bila dikonversikan dengan produksi beras menghasilkan 196.967 ton, maka kebutuhan pangan beras Langkat sebesar 134.487 ton, akan menghasilkan surplus 62.479 ton beras.
Selanjutnya Syah Afandin berharap kelompok tani yang telah menerima bantuan benih, bibit ternak, sarana produksi dan alat mesin pertanian lainnya untuk memanfaatkan dan memfungsikan secara baik dan benar.
“Selain untuk memudahkan pekerjaan, saya juga berharap bantuan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok tani,” punkas Syah Afandin.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Langkat, Hendrik Tarigan SPt MMA menyampaikan tahun 2022 Dinas Pertanian melakukan inovasi tanam baru.
Menerapkan Indeks Pertanaman IP400 dari sebelumnya IP300 sebagai salah satu strategi pembangunan meningkatkan produksi bahan pangan khususnya padi.
Lanjut ia menyampaikan melalui aplikasi teknologi ” Standing Crop”, pihaknya terus memaksimalkan lahan sawah dengan empat kali tanam dalam waktu satu tahun (IP400), diharapkan penghasilan para petani akan semakin meningkat sehingga kesejahteraan para petani tercapai.












