Untuk diketahui, Suharyanto merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989. Sebelum dilantik sebagai Kepala BNPB, beliau menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya.
Suharyanto yang lahir di Cimahi, 8 September 1967, juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara pada 2019-2020.
Dalam keterangannya selepas pelantikan, Suharyanto mengatakan bahwa beliau akan melanjutkan program kerja yang telah dicapai oleh Kepala BNPB sebelumnya. Ke depan, program kerja yang akan ditonjolkan yaitu pada kehadiran BNPB di tengah masyarakat dalam tahap penanggulangan bencana.
“Mulai dari meningkatkan kesadaran, edukasi, mitigasi, kemudian harus hadir pada saat terjadinya bencana, tanggap darurat sehingga masyarakat yang terdampak bencana ini dapat dipastikan tidak terlalu menanggung akibat dampak bencana,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden dalam pelantikan tersebut yakni Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Wury Ma’ruf Amin.

Selain itu, turut hadir secara terbatas ialah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Panglima TNI sebelumnya Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB sebelumnya Ganip Warsito.






