Menurut Ugun, penerapan ESG perlu diwujudkan melalui proses bisnis yang konkret, termasuk optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan hasil samping pengolahan sawit.
“Penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi bagaimana prinsip tersebut terintegrasi dalam proses bisnis. Salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ujar Ugun.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah dari kegiatan perkebunan dan pengolahan sawit berpotensi dimanfaatkan kembali sehingga dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membantu mengurangi beban lingkungan. Penerapan strategi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan aspek keberlanjutan dengan kegiatan usaha.
Produk Bersertifikat Catat Pertumbuhan Penjualan
Dari sisi komersial, pertumbuhan penjualan CPO dan PKO dengan Premium Price Produk Sertifikat mencapai 148 persen secara tahunan hingga September 2026. Angka tersebut menjadi salah satu indikator kinerja yang disampaikan perusahaan dalam upaya meningkatkan nilai produk berbasis sertifikasi keberlanjutan.












