Menurut Rico Waas, kontribusi terbesar terhadap perputaran ekonomi berasal dari sektor jasa penyelenggara kegiatan. Selanjutnya, sektor hotel dan akomodasi diproyeksikan menyumbang 37,30 persen, sedangkan sektor makanan, minuman, dan UMKM sebesar 11,27 persen. Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Pemko Medan melibatkan 294 pelaku UMKM yang tersebar di Mal Pelayanan Publik, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, dan Lapangan Benteng.
Selain menggerakkan perekonomian, Rakernas APEKSI juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Medan kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan apa yang dimiliki Kota Medan, mulai dari kebudayaan, kuliner, karakter masyarakat, hingga berbagai potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama daerah lain,” kata Rico Waas.
Ia menjelaskan, rangkaian Rakernas telah dimulai sejak 28 Juni melalui kegiatan Youth City Changers (YCC). Selanjutnya, pada 1 Juli yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan akan digelar upacara peringatan hari jadi, Mayors Forum, Mayors Talk, pembukaan Indonesia City Expo (ICE), serta sejumlah agenda lainnya.












