Panitia penyelenggara menyatakan bahwa momentum resepsi hadeging ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan juga pengingat historis atas lahirnya Ngrowo yang menjadi cikal bakal Tulungagung saat ini.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi atas upaya Yasendam Perdikan Majan dalam mendokumentasikan sejarah lokal. Mereka menilai referensi tertulis seperti ini penting untuk memperkaya khazanah literasi sejarah daerah dan menjadi sumber pembelajaran generasi muda.
Nilai-nilai kepahlawanan, semangat juang, tanpa pamrih, dan patriotisme generasi awal Ngrowo diharapkan semakin dikenal publik luas. Pesan proklamator Republik Indonesia, Soekarno, tentang βJas Merahβ (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) juga kembali digaungkan dalam acara tersebut sebagai refleksi kebangsaan.
Panitia berharap buku yang diluncurkan dapat menjadi rujukan akademik maupun kultural, serta memperkuat identitas sejarah masyarakat Tulungagung tanpa mengabaikan kaidah ilmiah dan verifikasi sumber.
Dengan terselenggaranya Resepsi Hadeging Kadipaten Ngrowo ini, Yasendam Perdikan Majan menegaskan komitmennya untuk terus merawat memori kolektif dan nilai-nilai sejarah sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa di tingkat lokal maupun nasional.












