Ia juga mendorong para pemuka agama dan pengelola rumah ibadah untuk terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial melalui pelayanan serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rico menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Medan terbuka terhadap komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi warga sekaligus menjaga hubungan harmonis di tengah perbedaan.
Selain menekankan kerukunan, Rico Waas turut menyoroti nilai sejarah GPIB Immanuel Medan yang dikenal sebagai salah satu gereja tertua di kota tersebut dan merupakan bangunan cagar budaya.
Ia mengapresiasi pengurus gereja yang telah menyelesaikan renovasi ruang doa. Menurutnya, pemeliharaan bangunan bersejarah perlu dilakukan agar nilai sejarah dan spiritualnya tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“GPIB Immanuel sudah berusia 78 tahun. Kami berharap gereja ini tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi terus melayani masyarakat Kota Medan di masa depan. Pelestarian bangunan dan ruang doa ini penting untuk menjaga nilai sejarah bagi generasi mendatang, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata rohani bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Rico Waas.






