Cagar Budaya Bisa Jadi Daya Tarik Kota
Selain menjaga nilai sejarah, Rico melihat cagar budaya memiliki potensi untuk memperkenalkan Kota Medan kepada masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara.
Bangunan dan kawasan bersejarah, kata dia, perlu diperkenalkan secara baik sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaannya, tetapi juga memiliki rasa memiliki dan keinginan untuk menjaganya.
Upaya memperkenalkan warisan budaya yang mulai jarang dikenal turut ditampilkan dalam acara tersebut melalui Tari Inai Melayu Deli dari Sanggar Rumah Talur.
Tarian tersebut menghadirkan M. Muhar Omtatok sebagai narasumber sekaligus penata tari dan Datuk Zumaidi Abdullah sebagai penata musik.
Rico mengapresiasi pertunjukan tersebut dan berharap Tari Inai serta berbagai warisan budaya tak benda Melayu Deli lainnya terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Tari Inai Melayu Deli merupakan tari klasik yang menjadi bagian dari ritus masyarakat Melayu. Tarian tersebut biasanya dipentaskan pada malam berinai besar menjelang pernikahan bangsawan.
Pertunjukannya dibawakan penari laki-laki bujang dalam jumlah ganjil dengan membawa inai dan dian serta menggunakan dulang pahar. Gerakan tari mengikuti pola sembah delapan penjuru mata angin dan tujuh petala.
Iringannya menggunakan gendang dua muka, serunai, bangsi, gong dan lagu magis Senandong Dedeng. Tradisi tersebut disebut telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.












