Ketidakhadiran OPD Saat Paripurna Jadi Catatan
Selain tindak lanjut laporan, Rommy menyoroti kehadiran OPD dalam rapat paripurna yang membahas hasil reses anggota DPRD.
Ia menyebut sejumlah OPD yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat tidak hadir dalam agenda tersebut.
“Jadi, sewaktu tadi saya membacakan hasil reses, saya lihat OPD-OPD yang terkait juga tidak hadir. Absensinya ada, tetapi orangnya tidak ada. Ini menjadi catatan bagi sekretariat dan juga bagi Bapak Wali Kota Medan,” katanya.
Bagi Rommy, kehadiran OPD penting agar berbagai persoalan yang disampaikan dalam forum DPRD dapat segera dikomunikasikan dan ditentukan tindak lanjutnya.
Pohon Berpotensi Tumbang Juga Disorot
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan pepohonan yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Rommy menyebut kondisi cuaca berupa hujan deras dan angin kencang sulit diprediksi. Karena itu, laporan masyarakat mengenai pohon yang dianggap rawan tumbang perlu mendapatkan penanganan lebih cepat.
“Hari ini kita sama-sama tahu, hujan, cuaca, angin besar itu kita tidak bisa prediksi. Hari ini sudah ada korban juga, pimpinan kita ini mobilnya tertimpa pohon,” katanya.
Ia menilai penanganan lebih dini terhadap pohon yang telah dilaporkan dapat mengurangi risiko kecelakaan maupun kerugian.
“Kalaulah laporan-laporan yang dari jauh-jauh hari itu bisa ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup, mungkin tingkat kecelakaan dan risiko yang menimpa masyarakat semakin kecil. Tetapi hari ini karena ada pembiaran, itu bisa terjadi,” ujarnya.
Rommy mengatakan kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar.
“Bagaimana dengan masyarakat di luar sana yang ketika ada angin ribut sudah tidak bisa tidur? Kenapa? Di depan rumah mereka ada pohon-pohon besar. Sudah kita ajukan, tetapi sampai sekarang tidak dikerjakan, dengan berbagai alasan,” tuturnya.












