“Mindset anak-anak pesantren harus kita ubah. Mereka bisa menjadi pegawai negeri, pengusaha, anggota TNI/Polri, bahkan menjadi bupati dan wali kota. Mereka adalah calon pemimpin masa depan,” tegasnya.
Program Safari Ramadan tahun ini dibagi menjadi lima tim yang dipimpin unsur pimpinan daerah. Setiap tim dijadwalkan melakukan tiga kali kunjungan ke pondok pesantren di berbagai kecamatan. Sebelum keberangkatan, Bupati Sergai bersama Wakil Bupati Adlin Tambunan dan Sekretaris Daerah Suwanto Nasution melepas para peserta tim di Masjid Agung Sergai.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan informasi terkait program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan, termasuk arah kebijakan daerah yang dirumuskan dalam visi Sergai Mantab: Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan.
Bupati turut menyinggung sejumlah tantangan kebangsaan, mulai dari krisis moral, radikalisme, hingga kesenjangan sosial-ekonomi. Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda di tengah dinamika tersebut.
“Pesantren mengajarkan kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi moral yang kuat bagi generasi muda,” katanya.












